| |
 |
| |
Kartu Kredit.
Kartu Kredit.
Manusia terlalu
percaya akan dirinya bahwa dia akan dapat rasional dalam mengambil keputusan.
Padahal kenyataannya tidak. Sebagai contoh, sering saya melihat teman yang
pemakaian kartu kreditnya berlebihan. Kalau ditanya, mereka sudah mengontrolnya
dan merasa memakai sedikit saja. Padahal kenyataannya tagihannya jauh melebihi
dari dugaannya.
Mengapa ? Karena menggunakan kartu kredit tidak terasa beda membayar 70.000
atau 700.000 atau 2.700.000. Rasanya sama. Tinggal tanda tangan saja. Makan
40.000 tanda tangan, selesai. Beli barang 3.000.000 tanda tangan, selesai juga.
Rasa meneken tanda tangan ini sama. Semua pakai kertas kecil yang tidak ada
bedanya antara 70.000 atau 700.000.
Anda tidak merasa berat untuk mengeluarkan uang. Bandingkan kalau anda membayar
dengan uang seperti biasanya. Beli 40.000 anda akan mengeluarkan 4 lembar
10.000-an. Bahkan kalau membayar 2.000.000, harus 2 tumpuk uang sejutaan. Ini
akan terasa beda bayarnya karena kelihatan banyaknya lembar uang yang
dikeluarkan.
Manusia terlalu mempercayai otak kanannya. "Oh ya, saya ingat kok. Kemarin
belanja ini 1 juta. Lalu yang itu 1 juta," kata dia. Tapi dia tidak merasa
lagi berapa total keseluruhannya. Karena itu kalau anda lihat kenapa semua bank
mengobral kartu kredit dan pemakaiannya. Anda saksikan iklan-iklan yang berisi
pembelian dengan bunga 0%, diskon ini-itu atau buy 1 get 2 dan sebagainya. Juga
ada iming-iming gratis iuran tahunan pertama, padahal orang lupa memperhatikan
masa kartu kreditnya. Ingatnya ketika sudah ditagih. Maka mereka menunggu
setahun lagi untuk membatalkannya. Tahun depannya juga ingat setelah telat
sebulan dan diteruskan sampai terus-menerus. Sehingga banyak orang punya 5
kartu kredit serta selalu lupa membatalkan ketika tagihan iuran tahunannya
sudah berjalan. Para bank yang mengeluarkan kartu kredit ini tahu bahwa anda
sering lupa. Manusia terlalu percaya akan ingatannya.
Contoh lain, keanggotan fitness centre sebuah hotel berbintang untuk berolah
raga. 1 tahun bayar 3 juta atau bulanan bayar 250 ribu. Kalau kasus seperti
ini, sebaiknya anda bayar bulanan, meski harus 300 ribu sekalipun. Mengapa ?
Kalau bayar sebulan sekali, anda menjadi sadar telah membayar sehingga harus
berolah raga. Tapi kalau bayar tahunan, anda baru ingat ketika baru membayar
atau adanya tagihan tahun depan. Sehingga di tengah-tengah tahun, anda tidak
memanfaatkan fasilitas ini untuk berolah raga.
'Power of context', atau "kekuatan keadaan", membuat kita tidak logis
dan rasional, karena kita terpengaruh oleh keadaan sekeliling kita dalam
mengambil keputusan . Dunia bisnis sering memanfaatkan ini untuk membuat anda
lebih banyak membeli barang, andapun harus lebih jernih melihat ini dan
mengantisipasi keadaan.
Tanadi Santoso.
>>
Back
|
|
|